sibuk..jgn lupa pacaran ya

Sibuk Oke, Pacaran Juga!

Buat pasangan supersibuk, waktu harus dibuat efektif untuk pekerjaan dan cinta. Banyak yang bisa dilakukan dengan waktu luang yang langka, misalnya:

1. Acara wajib
Sesibuk apapun Anda berdua harus punya acara wajib yang dikerjakan dengan tenang, misalnya nonton, tanpa mikirin kerjaan. Ciptakan suasana yang rileks, genggam tangannya, sandarkan kepala di bahunya, dan nikmati kebersamaan itu. Ini akan membuat perasaan Anda berdua nyaman setelah menghadapi tekanan pekerjaan.

2. Istirahat siang
Kalau kantor Anda berdua berdekatan, nggak ada salahnya janjian makan siang bareng daripada sama teman kantor terus. Bisa juga beli makanan cepat saji lalu dimakan sambil jalan-jalan. Macet nggak akan terasa kalau sudah ngobrol sambil makan.

3. Pergi ke kantor bareng
Kalau memang kebetulan searah, usahakan untuk pergi bersama. Bertemu tiap pagi saat masih segar itu perlu untuk menambah kuantitas pertemuan dan kualitas komunikasi Anda. Selama perjalanan Anda bisa bertukar cerita sehingga selain bisa mengobati kangen dan bisa tahu kegiatan masing-masing.

4. Hobi yang sama
Hobi sama bisa berguna untuk pasangan sibuk karena waktu bersama bisa bertambah. Kalau nggak, bolehlah sesekali ‘memaksakan’ diri mengikuti hobinya.

5. Kegiatan yang tidak direncanakan
Pertemuan yang tidak direncanakan bisa jadi surprise buat Anda dan si dia. Kalau terlalu direncanakan dan akhirnya batal pasti ada yang kecewa dan bete. Sesekali culik si dia, pergi ke suatu tempat, lupakan pekerjaan walaupun cuma 20 menit!

sok Lugu

si Oteksi Otek

klepto…

KLEPTOMANIA
Bisa Sembuh Nggak?
Kebanyakan orang sering menyamakan kleptomania dengan pencuri atau pengutil. Mereka memang mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Kleptomania disebabkan gangguan jiwa, sedangkan pengutil disebabkan kebiasaan buruk. Tapi kleptomania beda dengan mengutil, bukan saja dari pencetusnya tapi juga dari kadar barang-barang yang diambilnya.

Kleptomania bukan penyakit turunan dan banyak ditemui pada wanita. Kemungkinannya, sih, penyebab gangguan ini adalah gangguan biologis atau psikologis. Gangguan psikologis bisa terjadi karena pola asuh yang salah waktu kecil, atau juga karena kejadian-kejadian tertentu yang pernah dialaminya.

Bisa juga hal ini karena penderitanya mengalami depresi, dan salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengambil barang milik orang lain. Penderita klepto hanya mengambil barang-barang yang sebenarnya tidak berharga atau berguna untuknya. Lokasi tempat mengambil barang tidak hanya di satu tempat. Seringnya mereka ‘beraksi’ justru di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti kantor, hotel, atau di rumah seseorang.

Gangguan ini bisa diatasi selama ada kesadaran dan keinginan si klepto untuk sembuh. Namun penyebabnya harus dicari dulu melalui konsultasi dengan psikolog, baru disembuhkan dengan psikoterapi. Bila keinginan itu muncul dan belum terwujud, mereka akan terus merasa tegang dan gelisah. Saat itulah peran kita dibutuhkan untuk membuat mereka merasa rileks.

Kita akan menemui kesulitan kalau penderita ini orangnya tertutup. Apalagi kalau situasi dan pola saat mereka beraksi itu acak, kadang-kadang mereka beraksi karena sifat kleptonya tapi nggak jarang mereka mengutil beneran. Kita harus tetap menolong mereka, nggak peduli dia klepto atau pengutil. Kalau kita merasa tidak cukup mampu membantunya, ajak dia berkonsultasi ke psikiater di Bagian Psikologi Klinis, Lembaga Psikologi Terapan UI, di Kampus UI, Depok.

Kolot…ampun De….

Pria Kolot? Basi Ah!

Masih ada pria yang berpikiran kolot tentang wanita bekerja, kenapa bisa begitu?

1) Pendidikan Keluarga
Hal ini sangat mempengaruhi cara berpikir setiap orang. Banyak orangtua yang membedakan anak laki dan perempuan. Anak laki diberi mainan yang ‘keras’, anak perempuan diberi boneka. Hal ini mendorong pria mempunyai pikiran sempit tentang kedudukan pria dan wanita.

2) Faktor Lingkungan
Di kota besar, anak sudah terbiasa melihat kedua orangtuanya bekerja sampai malam. Di kota kecil yang mencari nafkah hanya ayah, sedangkan ibu tinggal di rumah. Kebiasaan tersebut menimbulkan anggapan bahwa pria yang bertanggung jawab mencari nafkah, wanita tinggal menunggu pemberian suami dan berpandangan buruk terhadap wanita bekerja.

3) Pengalaman dan Trauma
Persaingan karier, kedudukan dan gaji antara suami dan istri membuat anak-anak mereka frustrasi dan berperilaku negatif. Karena kurang perhatian dan terobsesi dengan figur ibu ‘ideal’, setelah dewasa mereka jadi ingin punya istri yang tinggal di rumah.

4) Kesalahan Sendiri!
Ada dua kesalahan fatal wanita yang ikut melestarikan kehidupan pria kolot:

  1. Terlalu mengandalkan pria untuk semua kebutuhan hidupnya sampai tidak bisa atau tidak mau mengoptimalkan potensi diri
  2. Terlalu mandiri, asyik dengan kehidupan sendiri

Biar Si Dia Berubah
Koreksi diri. Pede, sih, harus tapi jangan berlebihan. Boleh bangga dengan kesuksesan diri tapi kita juga nggak mungkin berhasil tanpa orang lain. Terlalu manja pun bisa bermasalah. Semakin menunjukkan kemampuan, semakin dia sadar kalau kita memang patut dihargai.
Dengan perhatian dan kesabaran, lama-lama dia akan berpikir lebih jauh lagi atas pandangannya selama ini.
Buktikan kalau kita adalah wanita yang punya karier, kedudukan, dan gaji yang tinggi, tapi juga punya perhatian besar terhadap dia dan keluarga.
Jangan pernah menyombongkan kesuksesan.

Trik..biar gak Putus

Mempertahankan Si Dia
Sebagai cewek, kadang-kadang kita suka nggak tahu kenapa dia tiba-tiba meninggalkan kita begitu saja. Kayaknya kita nggak pernah berbuat macam-macam dan yang pasti semua hati dan pikiran kita tercurah hanya untuknya (aduuh…!). Mungkin kita harus lebih peka saat si dia…

Lagi Ngambek
Sebaiknya beri perhatian lebih pada si dia. Anggap saja marah-marah itu adalah curhatnya. Jangan ikutan ngambek—panas ketemu panas bisa meledak!

Lagi Asyik Bareng Teman-Temannya
Sebaiknya ambil sisi posititifnya saja. Dia, kan, perlu waktu senggang dengan teman-temannya. Jangan malah kita merasa cemburu. Nanti dia juga nggak enak sendiri kalau terlalu banyak waktu dengan teman-temannya.

Sibuk dengan Hobinya
Dukung hobinya. Biasanya cowok lebih merasa dihargai kalau kita memberikan dorongan pada segala bentuk hobinya.

Ada Acara Keluarga
Kita ikut mengingatkan baju apa yang harus dipakainya. Jangan langsung nyuekin dan merasa nggak diutamakan sama dia. Mencintai dia sedikit-banyak berarti harus mencintai keluarganya juga, kan….

Lagi Down
Berikan perhatian yang besar, dan jangan sekali-sekali menganggapnya lemah. Hidup seperti roda, kadang di atas kadang di bawah….

Lagi Sakit
Sabar-sabar saja, deh, wajar kalau si dia bawel waktu sakit. Anggap saja dia ingin dimanja dan disayang

Terlalu…terlalu cepat jatuh cinta

Pertamanya, sih, seru, apalagi ketika pdkt-nya. Tapi kalau sudah dapat, kok, jadi bosan. Apakah kita termasuk tipe yang satu ini?Kita Termasuk Terlalu Cepat Jatuh Cinta Bila ….

  1. Menyebut seorang pria sebagai kekasih meski baru beberapa kali jalan bareng. Keinginan untuk hidup berpasangan mengisyaratkan keinginan kita akan rasa aman. Kita terlalu memaksakan diri sendiri sebelum hubungan itu punya waktu untuk berkembang. Cara seperti ini mungkin justru akan membuat ‘kekasih’ kita kabur!
  2. Pekerjaan dan hubungan lainnya terpengaruh dengan kehadiran kekasih baru. Kita akan kehilangan segala-galanya karena mereka yang sebelumnya loyal pada merasa tersinggung karena merasa disingkirkan setelah kita menemukan kekasih baru.
  3. Menutup mata terhadap semua kekurangannya. Dia malas mandi, kita justru menganggapnya sosok maskulin. Kita tidak merasa terganggu meski beberapa kebiasaannya sangat menjengkelkan. Bila sejak hari pertama kita memaafkan tindakan-tindakan yang tidak selayaknya dimaafkan, itu berarti kita terlalu cepat jatuh cinta.
  4. Melimpahinya dengan hadiah mahal meskipun baru dua kali bertemu. Uang tidak dapat membeli cinta. Simpan hadiah mahal untuk seorang pria yang membekali dirinya dengan cinta, kejujuran, martabat dan tanggungjawab. Jauh lebih baik bila dialah yang mentraktir kita.
  5. Yang pertama mengucapkan “Aku cinta padamu.” Jangan membebani hubungan kita dengan beban tambahan baru. Biarlah segala sesuatunya berjalan wajar.
  6. Terpukul ketika hubungan itu berakhir. Berpisah dengan seorang pria yang baru kita kencani beberapa kali seharusnya tidak menimbulkan trauma emosional yang hebat. Belajarlah untuk mencintai diri sendiri dengan lebih baik lagi. Kita tidak dapat sepenuhnya menggantungkan diri pada orang lain untuk memberikan kebahagiaan.

ManJa…boleh JUga Tuch..tapi boleh gak ya

Ternyata, 98 persen cowok suka kalau ceweknya manja atau sesekali menunjukkan kemanjaannya. Mereka bilang, bila sang pacar bersikap seperti itu, mereka bakal merasa dibutuhkan dan merasa lebih berarti jadi cowok karena bisa melindungi dan memanjakan sang pacar.

Tapi bukan berarti cowok-cowok itu suka bila ceweknya terus-terusan manja, sih…. Berikut beberapa bentuk kemanjaan yang bisa kita terapkan—awas keterusan!
Selalu minta tolong.
Minta diantar ke mana-mana.
Ngambek kalau permintaan kita tidak dituruti.
Nggak mau memahami orang lain.
Bersikap dan bertingkah laku seperti anak kecil.
Tidak dewasa secara emosional dan cara berpikir.
Selalu mau diistimewakan.
Dalam sebuah hubungan perlu ada keseimbangan, termasuk dalam hubungan cinta. Sesekali kita perlu bersikap manja dan kali lain kita yang memanjakan si dia. Soalnya beberapa hubungan cinta berantakan gara-gara masing-masing berada di posisi yang sama, yaitu sama-sama jadi pelindung atau sama-sama ingin dilindungi.
Biasanya di awal pacaran, sadar atau tidak, masing-masing pihak akan otomatis memilih posisi bagi dirinya, siapa yang jadi ‘bayi’ dan ‘ibu’. Biasanya kalau seseorang sudah menemukan orang lain yang mau memanjakan dirinya, dia pasti tidak akan meminta orang itu untuk berhenti memanjakannya. Hasilnya kita akan bersikap egois dan tidak mau sesekali bertukar posisi.
Nah, sekarang tinggal kita menelaah kembali hubungan kita. Apakah kita cukup manja atau malah terlalu manja? Lihat juga sikap si dia pada kita. Sudah seimbangkah pemenuhan kebutuhan akan dilindungi dan melindungi di antara kita berdua? Kalau sudah oke, selamat saling memanjakan

dsc07376.jpg

hayoo…semua ada aturannya

Seni Berkomunikasi dengan Si Dia (I)
Kadang-kadang kita tidak tahu bagaimana caranya makin intim dengan si dia tanpa merusak hubungan dengan si dia. Rahasianya mudah saja: tahu seni berkomunikasi, daripada hubungan kacau gara-gara….Menyalahgunakan Keintiman
Keintiman butuh waktu, keahlian dan usaha ekstra untuk menciptakan hubungan yang hangat. Banyak orang takut lebih intim dengan pasangannya karena khawatir akan mengganggu privasinya, membuatnya tidak punya ruang untuk bergerak dan tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Menganggap Dia Berbeda
Lamanya hubungan yang kita miliki, entah itu baru satu bulan pacaran, atau sudah lima tahun pacaran, tidak menjamin pertemuan dengan si dia selalu mulus. Berhentilah menganggap kita tahu semua yang akan dikatakannya atau lakukan saat menghadapi kondisi atau situasi tertentu. Bila kita melakukan hal itu, komunikasi yang terjadi bakal tidak berkembang.

Tidak Menghargai Pasangan
Jangan katakan pada pria “harus begini,” atau “lebih baik kalau begitu.” Bila kita terlalu sering mengritik, menyerang atau menyalahkan si dia, lama-lama si dia pasti sebal banget. Dikuasai wanita dan tergantung pada wanita adalah dua hal yang paling ditakuti kaum pria. Ucapkan terima kasih kepadanya untuk hal-hal kecil yang membuatnya merasa lebih yakin telah menyenangkan kita.

Bilang “Ya” Padahal Maksudnya “Tidak”
Si dia sering berkata ya, padahal maksudnya tidak. Alasan kenapa kaum pria melakukan ini adalah karena mereka tidak mau ëberdebatí dengan pasangannya. Karena itu, untuk menghindari hal ini, pintar-pintarlah bersikap dan mencari jalan keluar terbaik. Kalau kita tahu si dia tidak suka melakukan apa yang kita inginkan,ya jangan paksa dia untuk melakukannya, dong….